Sunday, March 4, 2012

SQUIRREL!

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
T-Shirt Brat & Suzie / Skirt ASOS / Jewellery Temporary:Secretary / Sunnies Primark

I bought the Aztec pattern ASOS skirt a couple of years ago, and the t-shirt I'm wearing here is chosen by the team at Brat & Suzie for me to style in my own way. They sent me a medium in men's size, but I prefer t-shirts to be big and baggy anyway. I have always liked their abstract animal illustrations, my absolute favourite was the cat from an old collection and wished that I had bought it! 

The strawberry sunglasses I'm wearing are from Primark and they were only £2! They are a fun accessory to have and I knew I had to have them as soon as I saw them! Kitschy, novelty sunglasses FTW! I love novelty sunglasses, my go-to pair are my white heart shaped sunnies from Topshop, they're silly but fun! I did recently invest in some prescription sunglasses which are a pair of bog standard Rayban Wayfarers but whenever I wear them, they always make me feel super douchey! It's a pair that I can keep forever, though! And they definitely come in handy for when I'm driving, or for, you know, when I want to actually see things! 

Last week, I submitted my article for Modern Girls Guide! Click here or the image below to read about it, it is about S/S trend, Pastels. I enjoyed putting the artwork together for this. I really like the pastel trend, as you can see from all the colours of my blog, and I am a fan of pretty colours. I hope the post provides you with some style inspiration!

PhotobucketPhotobucket

Photobucket
PhotobucketPhotobucketPhotobucket

Saturday, March 3, 2012

7 Tips Mudah Jadi Orang Kaya


Amins Blog - "Kekayaan adalah apa yang Anda akumulasikan, bukan yang Anda belanjakan," begitu kata Thomas Stanley dan William Danko, penulis buku The Millionaire Next Door. Untuk mencapai kekayaan ini, ternyata tidak banyak yang perlu Anda lakukan. Anda hanya perlu mengubah kebiasaan yang semula tidak menghargai uang menjadi lebih menghargainya. Stanley dan Danko mengungkapkannya dalam tujuh cara berikut ini:
1. Hidup sederhana. Orang-orang dengan penghasilan tinggi yang membelanjakan seluruh uangnya untuk bersenang-senang tak bisa dianggap orang kaya. Mereka ceroboh karena hanya hidup untuk hari ini. Anda tentu masih ingat bukan dengan pepatah "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian"? Jadi, hiduplah sederhana pada hari ini agar bisa menikmati hidup Anda nanti.

2. Membuat perencanaan. Perencanaan dilakukan tidak hanya dalam periode satu tahun, misalnya, tetapi selamanya. Dan, hiduplah sesuai dengan perencanaan Anda tersebut hari ini, besok, bahkan sampai 30 tahun berikutnya. Luangkan waktu untuk membuat perencanaan ini dan awasi perencanaan itu setiap hari. Gunakan budget dan tetaplah berpegang pada budget tersebut.

3. Lakukan diversifikasi. Leslie Lassiter, Direktur Pelaksana JP Morgan Private Wealth Management, mengatakan, orang-orang kaya biasa membuat diversifikasi untuk investasi mereka. Cara ini membuat mereka lebih fleksibel untuk bertahan pada masa-masa sulit. "Klien yang paling kaya memiliki portofolio yang sangat bervariasi, yang bukan sekadar saham, obligasi, melainkan juga hedge funds, mata uang, dan komoditas," katanya. Ada banyak reksadana yang memungkinkan Anda mendapatkan tipe kelas-kelas aset.

4. Kurangi penggunaan kredit dan beralihlah ke tunai. Orang-orang kaya tentu bisa saja membeli rumah atau mobil mewah secara tunai. Namun, kita yang mempunyai penghasilan rata-rata pun bisa meniru kebiasaan ini. Bayarlah barang-barang yang Anda inginkan secara tunai. Itu artinya: bila tak ada uang tunai, tak perlu membeli barang tersebut. Menumpuk utang kartu kredit untuk barang-barang mahal atau liburan yang mewah tak akan membuat Anda menjadi kaya.

5. Miliki akses ke uang tunai. Meskipun telah menginvestasikan sebagian uangnya, orang kaya masih bisa memiliki uang tunai ketika membutuhkannya. Jadi, ketika ada kebutuhan mendadak, Anda tidak kesulitan untuk memenuhinya.

6. Sebarkan tabungan tunai Anda. Simpan uang Anda dalam beberapa tabungan yang berbeda. Cara seperti ini akan membantu Anda untuk mengatur budget. Misalnya, satu rekening bank digunakan sebagai biaya operasional sehari-hari. Rekening lainnya untuk tabungan hari tua, dana pendidikan, dana liburan, dan lain sebagainya. Menggunakan beberapa akun di bank juga memungkinkan Anda mendapatkan manfaat yang berbeda-beda.

7. Ajarkan anak untuk menabung dan bagaimana mengelola keuangannya. Bila orangtua bisa memberi contoh tidak berperilaku konsumtif, anak akan meniru. Orangtua yang tidak konsumtif memiliki pola pikir gengsi bukan terletak pada merek atau jumlah barang yang dimiliki. Orangtua akan mengajarkan anak-anak membeli barang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian, anak akan lebih menghargai uang dan lebih cerdas mengatur keuangannya.


Tips Tawar Menawar Saat Belanja


Amins Blog - Seandainya para pejabat di pemerintah daerah Jakarta terbiasa pergi ke pasar tradisional, mungkin mereka akan berpikir ulang untuk melegalkan penetrasi supermarket yang sudah merangsek ke hampir setiap kampung di ibukota. Sayangnya, bulan ini mereka sudah kembali membuka izin bagi minimarket.

Bahkan bagi yang belum berizin, segera diputihkan. Enaknya.

Berbicara tentang pasar tradisional, tentu bukan sekadar mengenai tempat perekonomian rakyat hidup. Ada tradisi yang menarik, yaitu berlangsungnya proses tawar-menawar.

Mungkin kita sebagian besar pernah berbelanja di pasar tradisional baik Pasar Tanah Abang di Jakarta, Malioboro di Jogja, Pasar Klewer Solo, atau lainnya. Pasar, yang biasanya disebut “pasar becek” (lantaran infrastrukturnya tak terurus) ini selalu dipenuhi banyak orang terutama ibu-ibu. Tak jarang, masyarakat dengan ekonomi menengah pun ingin merasakan kesegaran barang dagangan di pasar.

Kesegaran barang dagangan dan fenomena tawar-menawar umumnya jadi perekat; mengapa orang memiliki kesukaan untuk berbelanja di pasar tradisional. Selain harga yang bisa lebih murah, juga kerinduan masyarakat dengan proses tawar-menawar saat ingin membeli barang incaran.

Tidak jarang, ketika berbelanja ke pasar tradisional, pembeli mengajak rekannya yang dianggap “jago menawar” demi mendapatkan harga yang murah.

Proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli ini dalam istilah ekonomi mungkin bisa dikatakan sebagai “tebak-tebakan willingness to pay” (keinginan pembeli menetapkan harga kemampuannya). Jadi, harga yang ada nantinya ditentukan oleh seberapa pintar pembeli menyembunyikan keinginan untuk membayar (willingness to pay), serta seberapa pintar penjual untuk menebaknya.

Proses inilah yang menentukan seberapa besar kepuasan atau keuntungan dari masing-masing pihak. Kepuasan pembeli akan semakin besar jika harga yang diperolehnya rendah. Sebab, kepuasan pembeli dihitung berdasarkan selisih antara willingness to pay dengan harga yang disepakati. Sedangkan kepuasan atau keuntungan penjual dihitung berdasarkan selisih antara harga yang disepakati dengan ongkos-ongkos untuk menghasilkan barang yang dijualnya.

Melalui pandangan ekonomi sederhana itulah, kerap kita jumpai pemandangan pembeli mencari kelemahan kualitas barang yang ingin dibelinya untuk menekan harga. Sebaliknya, pedagang terus memujii barang yang dijualnya. Harapannya jelas agar lebih mengorek informasi seberapa besar keinginan membayar dari calon pembalinya, yang kemudian menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh.

Masih berkaitan dengan keinginan untuk membayar ini, disadari atau tidak, semakin banyak barang tersebut kita miliki atau kita beli, maka semakin rendah willingness to pay seseorang. Sebagai ilustrasi, ketika seseorang sedang haus, kemudian ada penjual minuman gelas, maka keinginan membayar untuk gelas yang pertama akan sangat tinggi. Misalkan Rp 10.000. Sedangkan untuk gelas kedua, pastinya keinginan untuk membayar minuman tersebut menjadi berkurang, misalnya hanya Rp 8.000. Karena sudah tidak haus lagi, kecuali ingin perut kembung.

Hal inilah yang kemudian disadari oleh penjual dan memberikan harga lebih murah terhadap pembeli ketika membeli barang lebih banyak. Raihlah keberuntungan dalam tawar-menawar dengan menyembunyikan willingness to pay.

Karena itu, bagi yang gemar berbelanja di pasar tradisional atau di pasar mana pun yang memberlakukan hukum tawar-menawar, sebaiknya tidak terlalu terburu-buru untuk memutuskan harga barang yang diinginkan. Jangan terlalu terlihat bahwa kita sangat menginginkan barang yang sedang ditawar tersebut. Menawarlah seolah-olah kita sudah memiliki barang tersebut dan sekadar ingin menambahnya.

Sesekali boleh menggunakan trik pura-pura meninggalkan toko, tetapi harus dengan perhitungan yang matang. Jika dugaan kita meleset alias tidak dipanggil lagi, maka posisi tawar kita akan lemah di saat kembali ke toko yang sama untuk membeli barang incaran tadi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...